Senin, 27 Agustus 2012

Pendidikan karakter dalam Permainan Tradisional

     Permainan sangatlah erat hubungannya dengan peserta didik mulai tingkat Playgroup sampai mahasiswa di tingkat perkuliahan maupun orang dewasasekalipun. Tak jarang peserta didik bahkan mahasiswa rela bolos kuliah karena keasyikan bermain. Peserta didik biasanya menjadikan bermain sebagai salah satu cara untuk melepaskan rasa penat yang dirasakannya. Waktu istirahat di sekolah selain untuk makan dimanfaatkannya untuk bermain.
       Permainan yang peserta didik pilih secara sadar maupun tidak memberikan pengaruh yang cukup berarti pada perkembangan sosial mereka. Saat ini banyak sekali pilihan permainan yang bisa dimainkan oleh peserta didik mulai dari yang permainan modern sampai yang lebih modern lagi atau bahkan permainan tradisional yang hampir punah seiring perkembangan zaman.
Ada beberapa permainan tradisional, seperti: Balap Karung, Batok Kelapa, Bentengan, Congklak, Egrang, Galasin, Gasing, Gatrik, Makan Kerupuk, Panjat Pinang, Perang Bantal, HYPERLINK “http:// mainyuk.byethost14.com/ petak%20umpet2.html” Petak Umpet, Sepeda Lambat, Tarik Tambang dan Ular Naga (Harnandito, 2009).
          Bagaimana nasib permainan tradisional saat ini? Jarang kita temukan jenis permainan tersebut, dimainkan oleh anak-anak khususnya yang mengenyam pendidikan di perkotaan. Bahkan bila ditanya tentang salah satu jenis permain tradisional tersebut mereka akan menjawab “Permainan apa tu? Nggak gaul de..”
         Jangan remehkan permainan tradisional, karena banyak sekali pendidikan karakter yang bisa diajarkan kepada peserta didik melalui permainan tersebut. Salah satunya pendidikan karakter dalam permainan Congklak. Permainan ini dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan biji congklak sebanyak 50 (10x5), idealnya 98 (14 x 7) namun jumlah biji berbeda- beda tergantung jumlah lobang yang ada pada papan congklak (Dwipeni, 2009).
        Permainan Congklak mengajarkan tentang bagaimana  cara kita membagi rizki yang kita miliki. Rizki yang kita peroleh, dibagi untuk kebutuhan kita sendiri satu-satu (tidak perlu berlebih), diwakilkan ketika kita meletakkan satu biji ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Ketika rejeki itu berlebih kita boleh menyimpannya di lumbung (lobang besar) lagi-lagi cukup satu dan jika kita masih mempunyai lebihnya, bagikan ke saudara, tetangga, teman dan lain-lain (ditandai dengan meletakkan satu biji ke setiap lobang papan congklak milik teman di hadapan kita) namun kita tidak diperbolehkan meletakkan biji di dalam lumbung milik kawan kita. Kewajiban si empunya untuk menghidupi dirinya sendiri, yang disimbolkan sebagai tabungan (Dwipeni, 2009).
         Permainan tradisional adalah permainan yang penuh nilai-nilai dan norma-norma luhur yang berguna bagi anak-anak untuk memahami dan mencari keseimbangan dalam tatanan kehidupan (Harnandito, 2009). Permainan yang diciptakan oleh leluhur bangsa ini pun berdasar atas banyak pertimbangan dan perhitungan, karena leluhur kita mempunyai harapan agar nilai-nilai yang disisipkan pada setiap permainan tersebut dapat dilaksanakan anak-anak dalam setiap tindakan dan perbuatannya dengan penuh kesadaran atau tanpa adanya paksaan.
         Permainan tradisional melatih kita untuk bergerak,menggunakan fisik dan aktif agar tubuh pun menjadi sehat serta melatih anak untuk saling bekerja sama, bertenggang rasa, bertoleransi, mengerti kondisi teman-teman sebayanya dan merasa senang (Saputra, 2011).
(Dimuat di koran pendidikan Selasa, 10 April 2012).

Memanfaatkan Facebook untuk UN

Rabu, 03 Maret 2010

CALON GURU DI BALIK KAMPUS PUTIHKU

Anugerah Kampus Unggulan (AKU) yang sudah dua tahun ini, dipertahankan oleh Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang menjadi salah satu tolak ukur publik, untuk melihat fenomena yang ada di kampus naungan Lembaga Yayasan Muhammadiyah yang cukup tua di negeri ini.

Untuk memperoleh penghargaan tersebut, Kampus Putih sudah pasti melakukan banyak terobosan dan dituntut lebih memberikan ekstra ilmu pengetahuan yang kompleks, tidak hanya mendapatkan pengetahuan berupa teori saja. Karena yang dibutuhkan saat ini adalah manusia yang handal dalam segala aspek, untuk dapat mengendalikan dan meminimalisir berbagai marah bahanya terlepas dari kuasa-Nya.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebagai salah satu jurusan terlaris pada Periode 2009-2010 ini, sehingga mengalami kenaikan jumlah peminat yang memilih masuk di beberapa jurusan yang berada di bawah panyung FKIP ini.

Guru saat ini, dituntut untuk dapat melaksanakan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Meyenangkan). Melaksanakan suatu teori, bukanlah hal yang mudah. Maka, FKIP-UMM memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk menempuh mata kuliah PPL (Program Praktik Lapang).

Kegiatan PPL ini, dimaksudkan untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada para mahasiswa yang rata-rata sudah menempuh semester tujuh, sehingga bisa merasakan bagaimana dan hal apa yang perlu disiapkan sebagai bekal menjadi calon guru, yang nantinya dapat benar-benar menjadi seorang pendidik profesional.

PPL yang sudah dilaksanakan beberapa bulan di tahun ini, diikuti oleh 371 mahasiswa FKIP asal Jurusan Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematikan dan Komputansi. Tim PPL-FKIP membaginya menjadi kelompok-kelompok yang ditempatkan di 23 sekolah di Malang Raya dan Batu, setiap kelompok beranggotakan 12, 14, bahkan 16 mahasiswa dari jurusan yang berbeda dalam satu sekolah yang tingkatannya juga berbeda (SLTP/MTs dan SLTA/MAN/SMK).

Pendidikan sekarang ini, naik daun karena adanya penyetaraan dan sertifikasi guru dan dosen dengan diberikan tunjangan profesi. Namun, dibalik imbalan fisik yang direncanakan pemerintah, seorang pendidik harus benar-benar menjalankan amanat dan menikmati serta bertanggung jawab untuk menjalankannya dengan optimal dan usaha yang keras.

Penulis, sebagai salah satu peserta PPL yang kebetulan ditempatkan di SMP Negeri 13 Malang, mendapatkan banyak pengalaman berharga yang tiada tara. Begitu indahnya pengalaman dan pelajaran yang tersirat didalamnya. PPL ini, memberikan kesempatan kepada para praktikan untuk dapat mempraktikkan teori tentang KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang diperolehnya di bangku kuliah, untuk diterapkan di dunia nyata pendidikan (sekolah) dan juga belajar memperbaiki kekurangan dalam implementasi menjadi seorang calon pendidik bangsa ini.

Jauh sekali dari teori yang ada, bila ada satu masalah yang mengakibatkan proses pembelajaran berlangsung tidak efektif. Kondisi seperti ini, memerlukan penangan spontanitas dan tepat sasaran serta strategi yang pas juga. Tapi, tak semudah membalikkan tangan, dengan berbekal tekad, kesabaran, dan percaya diri. Para praktikan mampu meminimalisir beberapa permasalahan yang ditemukan di lapang tanpa menimbulkan masalah baru yang lebih sulit untuk diselesaikan, seperti perbedaan pendapat dengan siswa atau sampai bertengkar dengan siswanya, tidak ada kejadian seironis itu selama kegiatan PPL ini berlangsung, kalaupun ada hal itu dapat memupuk kemampuan menahan emosi dan mengerti perbedaan dalam diri siswa itu sendiri.

Praktikan dapat belajar bagaimana mempersiapkan segala perangkat pembelajaran mulai dari cara pembuatan pekan efektif, program semester, program tahunan, silabus, rancangan proses pembelajaran, evaluasi, pembuatan kisi-kisi soal, kartu soal, analisis skor tes, dan analis butir soal yang dibuatnya.

Bagi segenap praktikan, tidak sedikit yang mengeluh dengan berbagai tugas yang harus dipersiapkannya sebelum melakukan praktik mengajar di kelas. Selain itu, untuk belajar mengatasi suatu masalah yang terjadi pada seorang anak didik, maka praktikan diminta untuk melakukan studi kasus di sekolah tempat melaksanakan PPL-nya.

Konon ketika penulis, masih duduk di SD sampai SMA berpikiran, bahwa enak juga jadi guru memberikan tugas banyak-banyak kemudian ditanda tangani sudah, tidak ada lagi yang harus dipikirkan. Namun, setelah melaksanakan praktik ini pikiran itu berubah menjadi sebuah tombak yang menusuk sanubari untuk berusaha lebih keras dan ulet lagi, jika memang ingin menjadi pendidik profesional yang dicita-citakan sejak duduk di bangku SD.

Penulis berharap, kepada Tim PPL-FKIP-UMM mendatang, untuk lebih banyak membimbing dan memberikan kritikan membangun, begitu juga dengan para guru pamong yang bertugas memberikan bimbingan di sekolah tempat PPL dilaksanakan. Selebihnya, tiada kata lain selain ucapan terima kasih banyak kepada Kepala Sekolah SMPN 13 Malang, dan segenap guru BK (Bimbingan Konseling) serta Guru Pamong yang sudah meluangkan waktuny, untuk membimbing dan mengoreksi laporan studi kasus dan perangkat pembelajaran yang sudah kami buat, serta Pak DPL PPL-FKIP-UMM di SMPN 13 Malang.

Jangan mau jadi guru, tapi jadilah pendidik yang profesional serta jangan pernah mau menjadi pendidik hanya karena beberapa tunjangan yang akan diberikan kepada guru dan dosen yang sudah disertifikasi. Tapi, lihatlah sejauhmana Anda mampu menjadi tauladan, fasilitator, dan pengarah saat peserta didik dihadapkan dengan berbagai macam kesulitan untuk dapat menerima dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang Anda transfer.

Tugas seorang pendidik, tidak hanya mengajar, kemudian selesai. Tapi bagaimana siswa mampu mengaplikasikan semua ilmu pengetahuan itu ke dalam sosialnya, seperti bertutur kata, bersikap, dan hasil belajarnya sebagai wujud dari keberhasilan seorang pendidik.

*Penulis : Mahasiswa Jur. Pend. Biologi – FKIP – UMM
(Juara 3 Microteaching Biologi Nasional di UPI-Bandung Tahun 2009)

Selasa, 09 Februari 2010

ITUKAH PILIHAN?


Manusia dilahirkan itu, berawal dari sebuah pilihan. Hidup ini selalu diliputi pilihan dan kesepakatan. Pilihan itu, sering orang berikan dengan berbagai macam pertimbangan dan kesepakatan. Pilihan diberikan, karena dirasa ada satu hal yang berbeda dibandingkan dengan sesuatu lainnya yang terlihat secara abstrak maupun nyata.

Pilihan, bukanlah suatu hal yang muda untuk bisa dilakukan dan diberikan kepada setiap hal yang akan kita tetapkan suatu putusan, khususnya dalam pilihan menentukan pasangan hidup. Banyak sekali pertimbangan untuk dapat menetapkan pasangan hidup, mulai dari pertimbangan kenyamanan, keamanan, ketentraman batin penentu pilihan itu, juga persetujuan orang tua dan keluarga besar, jika kebetulan kita berada dalam naungan keluarga berdarah biru (elit).

Pilihan era sekarang, ternyata masi bergandengan dengan jadul (jaman dulu), dimana orang masih melihat asal-usul pasangan yang akan dipilih oleh putra-putrinya hanya sebatas fisik dan harta serta seberapa besar persentase kemampuan calon menantu itu bisa memberikan kebahagian, khususnya bagi wanita yang akan dijadikannya sebagai pasangan hidupnya (saat ini masih ada).

Islam mengajarkan bagaimana cara memilih pasangan hidup, sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah, yang artinya " Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) (QS. An Nuur: 26).

Setelah membaca ayat di atas, jangan dimaknai secara konteks tual saja. Namun,jika coba kita telaah secara fenomenal kehidupan. Tidak sedikit kita manusia yang melakukan kesalahan yang membawa kejurang kesesasatan, seperti melakukan hubungan di luar nikah dengan pasangan hubungan kita. Bagi siapapun yang pernah melakukan hal tersebut. Bukan berarti kita sudah pasti akan mendapatkan calon yang juga sama dengan kita. Namun, ingatlah bahwa Allah Maha Menerima Taubah hamba-Nya yang memohon ampun kepada-Nya.

Maksudnya, hubungan semacam itu dihentikan dan memohon ampun kepada-Nya. Hanya saja, fersi manusia yang selalu merasa lebih tahu, sering melontarkan kata-kata yang tidak enak didengar. Ingatlah, kesalahan dan dosa seperti kejadian di atas. Itu adalah dosa hamba kepada Tuhan-Nya, untuk itu bukankah yang berhak dan pemberi ampunan itu hanya Allah semata.

Sebaliknya, jangan karena peristiwa itu menjadi manusia yang pasrah dan putus-asa dengan berpikir tidak ada harapan lagi untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik. Tapi, kita pun juga bisa menjadi pasangan seperti ayat terakhir, bila kita bertaubat dan baru kemudian menikah dengan pasangan hidup kita. Ingat, jangan pernah jadikan kesalahan dan dosa itu sebagai sumber pembenaran untuk kita lebih tersesat dan bermalam dalam dunia gelap lebih lama. Karena penguasa kehidupan ini, adalah Allah dan yang Tahu takdir itu hanya Allah, kita sebagai manusia sudah menjadi kewajiban untuk selalu bersabar dengan tetap berusaha berada di jalan yang benar dan diridhai-Nya dengan diberikan petunjuk-Nya.

Tulisan ini, bukan mermaksud memihak kepada pelaku. Namun, bermaksud memberikan pencerahan agar dunia gelap itu, tidak semakin marak karena alasan Aku sudah tidak lagi suci atau hal lain, yang sebenarnya masih bisa diuasahan untuk dapat menempuh jalan yang akan membawa kita dalam kehidupan yang penuh kebahagiaan, kenyamanan, dan selamat dunia akhirat, amien...

Selasa, 26 Januari 2010

PRASANGKA?


Tak jarang kita mendengar pasangan kita bilang, Aku kenal kamu tidak hanya sehari dua hari...tapi, tak jarang pula kita berprasangka dengan pasangan kita. Suatu proses memang melalui waktu yang cukup lama, untuk itulah dibutuhkan kesabaran dan kekuatan untuk dapat memahami seorang pasangan kita.

Setiap orang memang sudah beda dalam menyikapi setiap masalah, tapi adanya suatu hubungan itu bukan untuk merombak segala yang sudah lebih awal terbentuk jauh sebelum kita bertemu dengan orang yang lebih sering kita jumpai, padahal ortu kita begitu banyak berkorban untuk bisa memberikan kasih sayang,kesenangan sampai kita menjadi besar dan tumbuh seperti sekarang ini.

Pertemuan tak pernah ada yang tahu, siapa dan dengan siapa akan Allah pertemukan. Pasangan biasanya identik dengan suatu hubungan yang mungkin sebagian orang menilai itu awal dari suatu keseriusan menuju jenjang yang lebih (nikah), tapi lamanya suatu hubungan tak pernah menjamin terjadinya perjodohan. Namun, kita manusia hanya bisa berencana dengan berusaha maksimal untuk mewujudkan bersama ridha-NYa tentang semua harapan dan impian yang akan kita raih bersama pasangan kita.

Pasangan tak hanya dinilai dengan seberapa sering kita jalan, namun pasangan membutuhkan suatu komitmen bersama yang akan memberikan dorongan ke arah yang lebih terfokus. Pasangan tak hanya berprasangka, jangan pernah mengatakan pasangan kita sudah tidak lagi suka dan cinta sama Aku. Padahal itu hanya prasangka sepihak, tak jarang kita suka menyimpulkan ketika melihat seseorang melamun, lesu, capek pasti sebagian orang bilang kalau orang itu lagi sakit atau mungkin ada masalah. Padahal kalau coba kita bertanya langsung sama yang bersangkutan prasangka kita bisa jadi benar dan bisa juga jadi berbeda dengan kebenaran yang dialami orang tersebut.

Pasangan membutuhkan keterbukaan, namun jangan pernah menilai keterbukaan itu dari kesamaan kita dalam mempresepsikan sesuatu, karena setiap orang punyak sudut pandang yang berbeda. Perbedaan itu bagus, karena dengan adanya perbedaan itulah suatu pasangan menjadi lebih indah dan bila coba kita lihat dunia, maka keberagaman yang ada akan memberikan keindahan, kecantikan, dan kriteria setiap sesuatu yang ada di bumi ini.

Berprasangka itu, kalau bisa dihindari kalaupun sebenarnya boleh, tapi berprasangka yang baik. Namun, untuk tahu kebenaran dari semua prasangka itu tanyakan saja akan jauh lebih baik, karena bila tidak yang akan didapatkan hanyalh sebuah penyesalan yang tak berujung dan berikan kesempatan untuk menjelaskan semuanya, karena dengan seperti itu kita akan lebih bijaksana.

Kebaikan seorang pasangan sering kita baru menyadarinya, saat dia sudah tak lagi disamping kita. Namun, ketika ada semua serasa direbutnya, serasa tak ada ruang tuk bergerak. Apapun yang diambil, konsekoensinya akan selalu ada dan jangan pernah menjadikan semuanya semau kitan dan seenak perut sendiri..
Terima kasih, bagi siapapun yang rela membaca dan meninggalkan secarik tulisan pesan dan kritikan untuk kebaikan tulisan saya berikutnya. Thanks!

Kamis, 10 Desember 2009

RASA ITU BERSEMANYAM DALAM SANUBARI

Berbicara masalah rasa, bila diukur dengan indra perasa maka kita tahu ada rasa asam, manis, asin, dan pahit. Selain jenis rasa ini, apakah Anda pernah mendengar orang sering merasa pedas, sakit hati, rasa jengkel, rasa kecewa, rasa cemburu, rasa sayang,rasa memiliki dan rasa cinta.

Secara biologis, rasa yang sebenarnya adalah empat jenis rasa yang disebutkan di awal. Apakah rasa lain itu merupakan rasa, tapi penulis lebih setuju bila selain empat rasa itu kita golongkan sebagai suatu keadaan dimana lebih dominan dikendalikan oleh suasana hati sebagai indra pengatur seluruh aktivitas kegiatan hidup kita lanyaknya sebuah inti sel.

Hati sebagai organ penggerak dan driver kehidupan ini, harus mampu kita kendalikan dengan baik, sehingga kita pun juga dapat menginterpretasikan aktivitas dan segala hal positif yang akan menstimulus indra lain termasuk cerebellum dan cerebellum kita, yang selalu dialiri oleh listrik penghantar yang dikenal dengan istilah "implus".

Rasa yang bersemanyam di sanubari seorang insan lanyaknya, sebuah intan permata yang tertimbun lumpur. Rasa itu akan berwujud baik, bila kita asah dengan media pengasah yang baik, begitupn sebaliknya. Jangan biarkan rasa itu mati begitu saja tanpa diberikan kesempatan tuk menghela nafasnya. Rasa lanyak sebuah mesin yang akan nyala, ketika diberikan bahan bakar yang cocok dan sesuai dengan kebutuhannya.

Manusia tak ada yang sempurna, begitu juga dengan rasa. Bagi siapapun yang merasa mampu mengendalikan rasa itu dengan baik, maka bersyukurlah dengan sebenar-benarnya rasa syukur kepada Sang Pemelihara Rasa.

Rasa itu mampu menerobos pori-pori kalbu yang berbalut untaian otot polos yang merangkai menjadi jaringan pelapis sanubari kita, yang mampu mengenalikan seluruh proteksi (virus, bakteri, dan parasit) yang dapat melumpuhkannya dari kebenaran dalam berlogika dan berpendapat serta saat menstimul otak menyuruh efektor menanggapi sebuah rangsang yang tirerjemahkan berupa gerakan, mengeluh, atau bahkan marah.

Rasa tak ada yang mampu mengendalikan selain pemilik dan penciptan-Nya. Rasa begitu indah saat datang dan begitu menyedihkan bila harus dikenang dan menjauh dari fakta dunia kehidupan ini.

Rasa itu akan hambar, bila bumbunya pudar menjelma menjadi aus dan usang, yang hanya menyisahkan penyakit hati yang membiuas sistem organ dalam tubuh, sehingga kehidupan dan aktivitasnya tak lagi berjalan dengan baik, bahkan menimbulkan penyakit komplek yang mematikan dengan gansnya.

Strategi yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan rasa yang selalu mencumbu pasangannya dengan pelukan mesra, lanyaknya angin menyapa rumput dan embun membasahi bumi dengan tetesannya yang empuk. Rasa juga mampu melumpuhkan dan bahkan menjadi virus yang lebih ganas dari HIV-AIDS yang akan merusak fungsi immun tubuh pemiliknya.

Hati-hati dengan semua rasa yang ada, aplikasikan rasa itu sebaik tempat semanyamnya dan sesuai dengan porsinya OK.

Rabu, 09 Desember 2009

Maafkan Empang

Seiring perjalanan hidup manusia, mulai saat tumbuh dan berkembang di dalam perut hingga menginjakka kaki di bumi ini, selama itu juga terjadi banyak perubahan yang begitu pesat pada diri kita sebagai manusia yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus bumi dengan bijak.

Gelora asmara, mulai tumbuh dan menyelimuti dinding kalbu insan manusia sejak masa puber mulai datang. Dimana, saat itu semua aktivitas terpusat tuk meraih perhatian lawan jenis, mulai dari penampilan fisik, psikis, dan sosial-ekonomi manusia mulai terasa disorot massa, lanyaknya selebritis yang lagi banyak antri buat ngontrak periklanan.

Perubahan itu terjadi, kadang tidak kita sadari. Namun, apapun itu yang jelas evolusi hidup pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Pertumbuhan, nalar berpikir, kecerdasan, emosi, sosial, ekonomi, dan kemandirian.

Berbicara masalah kemandirian. Kadang kala, tak jarang sebagian dari kita sampai saat ini, ada yang masih takut tuk bepergian jauh, hingga harus menginap 2-3 hari di sebuah daerah yang asing atau menuntut ilmu ke negeri sebrang, hingga harus berpisah dengan Ibu-Bapak tercinta. Bagi yang masih lengkap kedua ortunya,bersyukurlah dengan benar-benar bersyukur. Karena keberadaan mereka begitu besar pengaruhnya bagi hidup kita.

Ibu mengandung, melahirkan, mendidik, sampai membiayai hidup kita. Namun, kita kadang kala tak menerima keberadaan keluarga kita,sehingga lebih memilih mencaci-maki mereka daripada menghormati, menghargai, merawat, dan tetap berada disisi mereka sampai kembali kepada-Nya.

Apakah mereka harus diambil dulu, baru kita akan sadar? Jangan sampai pikiran ini merasuk dalam benak kita, karena hanya akan ada penyesalan besar yang tak lagi berarti, karena bila itu terjadi maka kesempatan, mencintai bertutur mesra, merawat dan melihat wajah mereka sudah rapuh tak lagi bisa dilaksanakan, hanya do'a yang bisa menyambungkan dan tersampaikan kepada mereka.

Kita segera kembali, peluk mereka, cium mereka, dan bilang pada keduanya, kalau kalian sangat mencintai mereka, menyanyi mereka, dan minta maaflah kepada mereka sebelum tak lagi kau bisa mengatakan ucapan maaf itu, karena sudah lebih dulu mata keduanya tertutup dan fisiknya terkujur kaku berbungsung kain kafan yang akan menjadi temannya di alam kubur.

Sudahkah kita membahagiakan mereka?? dengan berkata jujur, dengan curhatan dari segala hal yang kita rasakan, canda-tawa bersama mereka? Jika belum, jangan pernah Anda merasa, Anda lebih nyaman curhat dan cerita sama sahabat dan teman dekat ataupun pacar Anda, karena sebenarnya teman, dan sahabat sejati itu adalah ortu kita sendiri, bukan teman, bukan pula sahabat, dan juga cowok/cewek kita, yang sering kita bangga-banggain.

Kita tidak pernah merasa puas dengan sekian banyak pengorbanan yang telah ortu berikan kepada kita. Pernahkah kita berpikir, bagaimana ibu menahan kantuk saat harus bangun tengah malam demi menyuguhi putra-putri tercintanya susu segar (ASI), bagaimana ibu harus menjaga dan mengopres kita, saat kecil kita lagi demam, bagaimana mereka membalut luka di lutut, saat kita jatuh karena bermain kita yang sembarangan?

Adakah diantara kalian yang dendam dan bahkan mengusir ortu kalian dari rumah? Jangan sampai hal ini yang terjadi di kehidupan Anda! Kita anak manusia, baru akan bisa membalas semua yang telah ortu berikan kepada kita, jika kita mampu menahan air yang berisikan air untuk tetap tidak tumpah saat kita memengang air itu dikala kita tidur (Rasullah menyampaikannya). Pikirkan saja, jangankan gelas berisi air bantal saja terkadang jatuh berada di bawah kasur/tempat tidur kita. Begitulah kebesaran pengorbanan seorang ibu-Bapak yang sudah membesarkan kita sampai kita sekarang tumbuh dewasa mengenal perkembangan sains dan teknologi, semua itu karena permohonan ortu kepada-Nya.

Berapa kali dalam sehari, kalian bertanya/berkomunikasi dengan ortu Anda? Jangan pernah katakan, satu kalipun tidak pernah! Karena kalian sungguh adalah orang yang tak mensyukuri orang tua Anda masi ada. Kalian pernah tahu, bagaimana mereka merindukan kita, menangis karena kita, memikirkan kita, dan senantiasa mengirimkan do'a demi keselamatan kita sampai lupa dengan keselamatan dan kebahagiaan dirinya?

Kita ingat bersama bagaimana mereka sudah mengorbankan jiwa raganya untuk kita semua. Jadi kalau kalian ditanya tentang seorang pahlawan, maka ibu-bapak kita adalah pahlawan sejati kita, bukan mereka yang gugur di medan perang. Karena saat ibu melahirkan kita, perjuangan itu begitu besar hingga kita terlahir ke dunia.

Ketika kita duduk di TK, ortu memberikan kita uang saku 1000 rupiah, kita selalu mengeluh ya...ibu, kok cuman 1000 rupiah?!

Ketika kita sudah masuk SD, dan saat itu Anda pulang dengan baju Anda yang kotor, dan ibu Anda bila "besok-besok jangan main kotor-kotor lagi ya....." Anda jawab "ibu-ibu gitu aja diomelin, Aku kan seneng Bu main sama teman-teman....."!

Ketika kalian sudah masuk di SMP/SLTP, kalian minta sama ortu dibelikan sepatu yang kren, biar gaul kanyak teman-temannya yang lain, ibu bilang "Nak, sing sabar yo....ibu belum ada uang, sabar ya....." Anda mengancam untuk tidak sekolah!

Ketika Anda mulai menempuh pendidikan di SMA/SLTA, kalian mulai minta HP-Lah atau hal lain yang mungkin tak dapat dipenuhi orang tua kita. Anda bilang "Bu...Bu, makanya jangan jadi orang miskin"!

Ketika saat ini kalian sudah kuliah, kalian menghambur-hamburkan uang untuk beli rokok, mabuk-mabukan, seks bebas, narkoba, dan hal lainnya yang semuanya menghancurkan batin orang tua kita!

Ketika Anda sudah berkeluarga. Anda masih merepotkan mereka dengan meminta diadakan resepsi yang megah, tapi ortu tidak dapat mengabulkannya. Anda membalas dengan tidak pernah berkunjung dan merawatnya!

Sungguh, jika semua ini terjadi pada diri kita, dan tak bersegar meminta maaf kepada mereka. Maka, tak tahu bagaimana kehidupan Anda nantinya. Jika Anda sekarang lagi megang HP, segera telpon Ibu-Bapak Anda dan tanyakan kabarnya serta ibu mau saya gimana?

Semoga tulisan ini, mampu menginspirasi dan menjadi pegangan buat kita, untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk dapat berbakti dan menyenang ortu kita.

Mak, Bapak Empang minta do'anya ya...semoga diberikan kemudahan dalam menjalani proses SKRIPSI ini, biar bisa cepat LULUS & WISUDA. Mak, Bapak maafkan Empang bila selama ini, mulai SD sampai sekarang kuliah, Empang jarang bertemu dan kita jarang bareng-bareng, Emak-Bapak pasti kangean banget sama Empang, karena kita dulu pisah tempat dan sekarang Empang juga masih diminta sama Emak-Bapak untuk melanjutkan kuliah, biar dapat ilmu pengetahuan yang banyak.

Mak-Bapak, semoga harapan Emak-Bapak dikabulkan oleh-Nya,Amien.....maafkan segala kesalahan yang pernah Empang perbuat, baik yang disengaja maupun yang tidak. Mak-Bapak terima kasih banyak, do'a Emak-Bapaklah! Empang bisa jadi seperti sekarang, kalaupun dari kecil kita lebih banyak tidak tinggal bersama, tapi Alhamdulillah do'a Emak-Bapak yang selalu mengiringi dan menginspirasi hidup Empang Mak. Amien...semoga kita sama-sama mendapatkan surga Allah nantinya.

Senin, 07 Desember 2009

Kecerdasan Kesulitan

Tatap hidup langsung ke jantungnya. Setiap gelap pasti berakhir. Bukankah di perujung malam selalu ada fajar?Bukankah badai selalu saja berlalu? Pernahkah Anda kebingungn sendiri melihat semua hal meleset dari rencana,kelam seperti menyelimuti kehidupn Anda,dingin seakan membekukan kalbu Anda,kala segala seperti tak berpihak,seolah tengah terhimpit di dasar kehidupn Anda/saat ini justru perasaan itu yg melanda diri Anda?

Itulah kesulitn yg sangat akrab dg hidup! Semakin tinggi tingkat kesulitn yg sedang kita hadapi,semakin besar pelajaran yg bisa dicermati.

Tersenyumlh & bergembiralh pd segla karunia hr ni.

Tidakkah matahari masi bersinar?
Tidakkah burung2 masi berkicau?
Tidaklah kita masi bebas menikmati segala rahmat dari alam-Nya?
Inilah core dari sebuah kecerdasan mengungguli rintangan hidup.

Sebuah kebulatan hati tuk terus mendaki,meski tapak kaki bak tersayat belati!
Inilah kecerdasn yg hrus kita miliki agar kita mampu mengubah kesulitn menjadi sebuah tantangn & hidup ini akan menjadi lebih berkualitas.

Pada saat kita mampu merespons segala kepahitan hidup dg cara yg konstruktif & meyakini bahwa reaksi kita terhadap apa pun yg terjdi,pada prinsipnya ada di bawah kendali kita. Ini akan berefek pd meningkatnya kekebalan tubuh kita terhadap penyakit,karena otak akan mengalirkan hormon-hormon pendorong kesehatan seperti catacholamine,corticosteroid bersama dg neurotransmitter2 lainnya dalam kadar yg tepat,ke seluruh tubuh kita.
When I can't handle events, I let them handle themselves "Aku t' ingin lagi memikirkan hidup yg sulit,biarlah hidup,sekarang yg memikirkanku".

Keikhlasan kita menerima hal-hal yg tak bisa dihindari memberikan kekuatan pd jiwa tuk dg tenangnya mengambil langkah-langkah yg bisa membawa kita pd pencapaian yg jauh lebih tinggi. Setelah jiwa kita berpelukn merasa dg kesulitan,maka kejernihan akan mengalirkan segala kedamaian. Kita kemudian menjadi pengontrol dari respons kita terhadap setiap aral yg merintang di jalan kita. Ini pada gilirannya akan berpengaruh positif & menyehatkan tidak hanya bagi jiwa,tapi juga raga kita.

Kecerdasan KesulitanBagikan

Tatap hidup langsung ke jantungnya. Setiap gelap pasti berakhir. Bukankah di perujung malam selalu ada fajar?Bukankah badai selalu saja berlalu? Pernahkah Anda kebingungn sendiri melihat semua hal meleset dari rencana,kelam seperti menyelimuti kehidupn Anda,dingin seakan membekukan kalbu Anda,kala segala seperti tak berpihak,seolah tengah terhimpit di dasar kehidupn Anda/saat ini justru perasaan itu yg melanda diri Anda?

Itulah kesulitn yg sangat akrab dg hidup! Semakin tinggi tingkat kesulitn yg sedang kita hadapi,semakin besar pelajaran yg bisa dicermati.

Tersenyumlh & bergembiralh pd segla karunia hr ni.

Tidakkah matahari masi bersinar?
Tidakkah burung2 masi berkicau?
Tidaklah kita masi bebas menikmati segala rahmat dari alam-Nya?
Inilah core dari sebuah kecerdasan mengungguli rintangan hidup.

Sebuah kebulatan hati tuk terus mendaki,meski tapak kaki bak tersayat belati!
Inilah kecerdasn yg hrus kita miliki agar kita mampu mengubah kesulitn menjadi sebuah tantangn & hidup ini akan menjadi lebih berkualitas.

Pada saat kita mampu merespons segala kepahitan hidup dg cara yg konstruktif & meyakini bahwa reaksi kita terhadap apa pun yg terjdi,pada prinsipnya ada di bawah kendali kita. Ini akan berefek pd meningkatnya kekebalan tubuh kita terhadap penyakit,karena otak akan mengalirkan hormon-hormon pendorong kesehatan seperti catacholamine,corticosteroid bersama dg neurotransmitter2 lainnya dalam kadar yg tepat,ke seluruh tubuh kita.
When I can't handle events, I let them handle themselves "Aku t' ingin lagi memikirkan hidup yg sulit,biarlah hidup,sekarang yg memikirkanku".

Keikhlasan kita menerima hal-hal yg tak bisa dihindari memberikan kekuatan pd jiwa tuk dg tenangnya mengambil langkah-langkah yg bisa membawa kita pd pencapaian yg jauh lebih tinggi. Setelah jiwa kita berpelukn merasa dg kesulitan,maka kejernihan akan mengalirkan segala kedamaian. Kita kemudian menjadi pengontrol dari respons kita terhadap setiap aral yg merintang di jalan kita. Ini pada gilirannya akan berpengaruh positif & menyehatkan tidak hanya bagi jiwa,tapi juga raga kita.

Rabu, 02 Desember 2009

Bertanya tentang Kehidupan

Benarkah perjalanan hidup ini adalah sebuah misteri bagi kita? Tak seorang pun mampu memberikan kepastian, karena semua yang terungkap hanyalah presepsi dari berbagai lapisan dan latar belakang yang berbeda. Perlukah kepastian dalam hidup kita temukan dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan itu?

Perjalanan hidup itu pasti terjadi yang sebagian telah menjadi masa lalu, sekarang sedang kita lalui, dan sebagiannya masa depan yang belum terungkap. Orang bilang, masa lalu adalah pengalaman, masa sekarang gambaran masa depan apakah itu juga sebuah animo ataukah fakta? Tak ada yang tahu, karena hidup ini bercerita sejuta kisah pahit-manis kehidupan.

Bukan hanya permen nano-nano yang manis, asam, asin kehidupan begitu tampak indah karena perpaduan ketiga variasi rasa yang menembus dinding kalbu yang berlapis otot pelindung, sehingga tak mudah debu menerobos dinding itu, melainkan virus-virus hitam kelam itu yang mampu membuatnya tak lagi bercahanya.

Benarkah cahaya itu terpancar dari hati, selama sanubar itu suci lanyaknya embun pagi yang bening dan sejuk ketika indra menikmatnya, cahaya itu akan berubah menjadi lentera yang menerangi kehidupan, sehingga lorong-lorong sempit itu dapat dilewati.

Di lorong itu, semilir angin mengiringi langkah kaki yang sebentar melepas lelah, bahkan mata terlelap menikmatinya. Apakah ini kisah tentang kehidupan itu?

Marah Tak Berarti Benci

Masa kecil adalah masa dimana seorang anak bermain dengan penuh ceria dan kepercayaan tanpa mengenal rasa takut akan setiap permainan yang dimainkannya,karena kuatnya rasa ingin tahu yang merupakan fitrah bagi si kecil.

Orang tua sering khawatir ketika melihat tingkahnya yang lucu, senyumnya yang imut dan tangisannya bila terjatuh atau permainannya diganggu. Itulah hal-hal menyenangkan di mana kecil. Orang tua sering memarahi anaknya dan tak jarang yang mengoloknya dengan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas untuk terucap baginya, seperti goblok, bodoh, punyak mata dipakek ya...atau menyalahkan benda yang menyebabkan si anak jatuh atau lantai yang terlalu licin, sehingga si kecil terpleset.

Pengalaman itu, masih teingat betul di benak pembaca saat ini. Jangankan masa kecil kita, sekarang bagi yang sudah menginjak dewasa atau yang sudah kuliah dan bekerja, mungkin masih sering dimarah sama orang tuanya. Jangan pernah kemarahan itu menimbulkan dendam, sehingga ada perasaan tak bisa menerima atau ingin membalasnya di kemudian hari.

Marah bukan berari benci. Bagi yang sudah punyak pasangan, mungkin kita sering dimarah sama pasangan kita gara-gara kita dibonceng sama cowok lain atau mungkin karena kita salah ngomongin cewek atau cowok lain yang tak sengaja berpapasan saat berjalan-jalan santai bersama pasangan kita.

Tak ada angin, tak ada hujan tiba-tiba pasangan kita marah-marahin kita hanya karena kita melirik cewek atau cowok lain. Itu artinya dia marah sahabat, makanya marah itu bukan berarti benci tapi pasangan atau orang-orang yang dekat dan mencintai kita marah sama kita bukan hanya karena dia benci, tapi karena mereka takut akan kehilangan kita. Menskipun sebenarnya bila waktu itu datang, maka kita pun akan pasti berpisah dengan semua yang ada di bumi tercinta ini.

Kita dicintai, mencintai itu sudah takdir yang dituliskan dan ada sebelum kita terlahir ke dunia. Jangan jadikan itu sebagai batu sandungan untuk kita menjadi lumpuh saat orang-orang tercinta itu pergi meninggalkan kita, dan dunia ini tak boleh menaklukkan kita. Pikiran tercipta untuk menaklukkan dunia yang kejam ini, namun untuk dapat menaklukkannya diperlukan kekuatan dan untuk menghimpun kekuatan itu kita butuh teman. Taklukkan dunia dengan kekuatan, tapi tetap bergandeng tangan untuk tetap kuat OK.

Senin, 31 Agustus 2009

OUTBOUN DI TENGAH KULIAH KERJA NYATA

Kegiatan outbound yang dilaksanakan oleh Mahasiswa UMM yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun ini bertemakan “Maju Terus Pantang Mundur”, yang diikuti oleh 100 siswa gabungan dari SDN 1 Gemarang dan SDN 4 Gemarang pada tangga 2 Agustus 2009 kemarin tepat dimulai jam 13.30 sampai jam 17.00 (WIB).

Kegiatan ini, menyusuri jalan setapak Dusun Beran, Desa Gemarang dilanjutkan memotong jalan raya yang ada di dusun ini, terus menyelusuri hutan hingga sampai di tempat finish. Peserta KKN-T kelompok 35 UMM selaku panitia, dibagi menjadi pendamping dan instruktur outbound, yang masing-masing jabatan itu mempunyai tanggung jawab yang berbeda demi kesuksesan acara ini.

Outbound ini, sebagai kegiatan pembukaan menyambut hari Kemerdekaan Indonesia ke-64 bekerjasama dengan masyarakat (Perangkat Desa, Kepsun, Karang Taruna, RT, dan RW) setempat, dimana pagi sebelum kegiatan berlangsung, semua mahasiswa bersama dengan warga setempat kerja bakti mempersiapkan tempat untuk kegiatan perlombaan 17 Agustus yang merupakan rangkaian dari sekian program yang dirancang sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat setempat.

Keunikan acara ini, terletak pada jarangnya diadakan kegiatan yang sama di desa apalagi di dusun. Outbound ini, diikuti oleh siswa asal Dusun Gemarang dan Dusun Beran, Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Antusiasme peserta terlihat pada saat mereka berusaha menyelesaikan game untuk tidak melebihi waktu yang sudah ditentukan. Rasa capek jelas ada, namun itu semua dihapuskan oleh permainan dan kucuran air mineral dan reward yang diberikan gratis oleh panitia, dan peseta tidak dipungut biaya pendaftaran, cukup dengan mendaftarkan diri ke Kakak-Kakak KKN-T Kelompok 35 yang bertempat di rumah Bu Tri dan Bu Kas, karena 30 mahasiswa yang mengikuti KKN-T ini dibagi menjadi dua tempat tinggal (kos).

Tujuan kegiatan ini, adalah bagaimana mahasiswa peserta KKN-T Kelompok 35 UMM ini, belajar menghimpun massa dan menggerakkan massa untuk dapat bekerja sama, sehingga diberikan beberapa permainan dalam outbound ini sebagai tolak ukur ketercapaiannya. Setiap pemenang masing-masing game diberikan reward (hadiah) berupa snack yang sudah dikemas oleh panitia.

Penulis sebagai salah satu peserta KKN, dapat mengambil beberapa pelajaran. Keirian bahkan ada, karena kegiatan yang sama hanya dapat diikuti pada kegiatan ekstrak kampus. Namun, adik-adik desa gemarang sudah dapat merasakan langsung sebagai wujud dari program bidang sosial budaya. Selain itu juga, dapat menjalin keakraban dengan adik-adik dan masyarakat setempat, sehingga kedatangan kami dapat diterima dan diberikan dukungan yang baik, maka program berikutnya mungkin akan jauh lebih semarak dan partisipasi masyarakat akan jaun lebih maksimal. Karena setelah kegiatan ini, akan ada “Nonton Film Laskar Pelangi Bareng”.

Outbound ini, memberikan kesan mendalam khususnya bagi teman-teman KKN 35, karena mampu membuka memori lama saat kami masi anak-anak, dimana permainan sebagai ajang pembelajaran bagi kami. Sehingga, melalui kegiatan ini kami dapat belajar mengkondisikan adik-adik yang masih usia SD, dan membelajarkan kekompakan, konsetrasi, simpati, saling menghargai, dan tolong menolong, yang diharapkan akan mampu menjadi bekal bagi mereka serta memori yang akan menggugah hati mereka untuk selalu, giat belajar dan mengaplikasikan semua sikap yang kami tanamkan dalam diri mereka sampai generasi awal sampai saatnya, untuk mereka gantikan.
LASKAR GEMARANG MENEROBOS KEMERDEKAAN RI KE-64

Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 35 yang ditempatkan di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun ini, diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang mulai tanggal 22 Juli 2009 sampai 20 Agustus 2009, dengan tema “Menciptakan Masyarakat yang Religius, Humanis, Berpendidikan melalui Pribadi yang Unggul dan Bertanggung Jawab”.

Masyarakat desa, yang memiliki kekhasan dan fenomena kehidupan, mulai dari pemikiran, letak geografis, dan potensi alamnya menjadi sebuah tantangan bagi mahasiswa peserta KKN untuk membuat berbagai program kerja. Kegiatan ini, diikuti oleh 30 Mahasiwa yang dibagi dalam 3 bidang kegiatan. Program unggulan kelompok 35 ini, diberi tema “Laskar Gemarang Menerobos Kemerdekaan RI Ke-64”.

Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-64, maka segenap peserta KKN membuat sebuah program sebagai media sosialisasi pentingnya pendidikan, khususnya mendidik anak di lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang nilai-nilai agama. Untuk dapat menyelamatkan putra-putri Desa Gemarang. Minimnya pengetahuan warga setempat tentang ilmu agama, menjadikan mahasiswa berpikir maksimal untuk melakukan dan mencoba suatu terobosan, sehingga masyarakat di desa tempat KKN ini, dapat menerima dan mau melaksanakan apa yang akan mereka sampaikan tanpa rasa terpaksa.

Pemutaran film Laskar Pelangi yang belum pernah warga tonton di televisi, mampu menghayutkan mereka, sehingga mereka rela datang dan melepas lelah bersama anak-anaknya di depan layar lebar yang sengaja teman mahasiswa suguhkan , Selasa 11 Agustus 2009 kemarin, mulai pukul 15.15 sampai 17.30, menjelang adzan maghrib layar tancap sudah berakhir. Senyum dan tawa kecil menghias bibir warga, saat adegan lucu terlihat jelas dalam film ini.

Denias dan Upin-Ipin, sebagai film perdana untuk uji coba bioskop yang ditempatkan di Balai Desa Gemarang ini, mampu mengayutkan 235 penonton. Maka, Laskar Pelangi mendatangkan 500 penonton yang berasal dari empat dusun yang ada di desa setempat.
Pak Lurah sebagai petinggi desa, juga ikut tersenyum lega saat menyaksikan tontonan ini. Saat sambutan, beliau menyampaikan banyak terima kasih kepada mahasiswa KKN kelompok 35 yang telah membuka bioskop gratis, selain itu mau memberikan masukan, belajar, dan mendidik adik-adik sebagai bibit unggul yang siap menjadi “Laskar Gemarang” untuk menggantikan para tetua maupun pemimpin mereka di masa depan.
Saat diberikan penjelasan, banyak sekali pertanyaan terkait film tersebut, tentang bagaimana agar mereka dapat mempraktikkan segala pengetahuan dan pelajaran yang dapat diambilnya. Air mineral, chocolatos, dan permen yang sudah dibungkus dibagikan gratis oleh panitia pelaksana kepada segenap penonton. Dipersiapkan juga door prize (kaos, alat tulis) untuk mereka yang nomer kuponnya keluar saat diundi di akhir acara.

Suasana yang disetting seperti halnya di dalam bioskop, membuat suasana dan setting film ini menjadi lebih hidup. Senyum dan gelak tawa adik-adik sesekali terdengar saat melihat lakon Mahar yang terlihat sangat kocak. Banyak sekali hal-hal lucu yang memberikan didikan bagi mereka, untuk sekolah dan belajar lebih giat. Pembagian door prize di akhir acara, memberikan kesan terindah bagi mereka.

Penulis sebagai salah satu peserta KKN Kelompok 35 dan MC acara ini, dapat belajar cara mengkondisikan, mengarahkan, memotivasi, dan mengantarkan adik-adik dari empat dusun setempat, untuk dapat mengikuti pemutaran film dengan baik, sehingga pelaksanaan kegiatan ini tercapai dengan baik.
LAYAR TANCAP MASUK DUSUN BERAN - DESA GEMARANG

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 35 ini, menggelar sebuah acara “Nonton film Upin-Ipin dan Denias” di Dusun Beran, Desa Gemarang. Acara ini, dilaksanakan Jumat, 7 Agustus 2009, Pukul 08.00 sampai selesai (WIB) yang ditempatkan di Balai Desa Gemarang sebagai uji coba untuk persiapan program unggulannya.
Kegiatan ini, diikuti oleh Kepala Sekolah, guru SD dan guru TK setempat. Mereka membawa putra-putrinya untuk menonton bersama. Putra-putri TK 01 Gemarang (23 anak), SDN 01 Gemarang (82 anak), SDN 04 Gemarang (120 anak), sisanya perwakilan guru dan wali murid yang menemani putra-putrinya masuk sekolah, sehingga jumlah penonton seluruhnya ada 235 orang.

Kemeriahan terlihat sejak persiapan acara berlangsung, adik-adik sudah berdatangan ke tempat penyetelan film. Kepala Sekolah SDN 01 Gemarang yang diminta untuk memberikan sambutan dan mengantarkan penonton, berpesan agar anak-anaknya menyaksikan film yang akan diputar oleh peserta KKN-T Kelompok 35 ini, dengan sebaik-baiknya. Karena berhubungan dengan pendidikan, Ibu Kepsek mengharapkan dari film ini banyak pelajaran, pengetahuan, dan pengalaman mendidik yang dapat diambil untuk diaplikasikan siswanya dalam menjalani kegiatan bersekolah dan belajar dalam kehidupan sehari-harinya.
Senyuman dan teriak kegirangan penonton terlihat, mulai film diputar. Saat diberikan penjelasan, banyak sekali mereka yang bertanya terkait film tersebut dan bagaimana agar mereka dapat mempraktikkan segala pengetahuan dan pelajaran yang dapat diambilnya. Air mineral, dan permen dibagikan gratis oleh panitia pelaksana untuk menyambut semangat adik-adik Desa Gemarang. Selain itu juga, dipersiapkan door prize untuk mereka yang berhasil menjawab kuis setelah pencerahan atau arahan film diberikan.

Pemutaran film perdana ini, dilanjutkan pada malam harinya mulai pukul, 18.30 sampai 21.00 (WIB) ditempat yang sama. Keheningan malam, menupang suasana dan setting film ini. Senyum dan tertawaan adik-adik sesekali tersentak saat melihat bagaimana Denias melakoni perannya, yang banyak sekali hal-hal lucu yang memberikan didikan bagi mereka, untuk sekolah dan belajar lebih giat. Pembagian door prize di akhir acara, memberikan kesan terindah bagi mereka. Adik-adik menantikan pemutaran film berikutnya yang akan dirancang lebih menarik sebagaimana yang berlangsung di bioskop yang biasanya dikonsumsi oleh mereka yang berekonomi menengah ke atas.

Penulis sebagai salah satu peserta KKN Kelompok 35 dan MC acara ini, dapat belajar cara mengkondisikan, mengarahkan, memotivasi, dan mengantarkan adik-adik dari dua dusun setempat, sehingga mereka dapat mengikuti pemutaran film dengan baik, yang akan membawa tercapainya tujuan pelaksanaan kegiatan. Pemutaran film ini, sebagai uji coba untuk persiapan pada program pemutaran film Laskar Pelangi yang akan diwujudkan sebagai program unggulan KKN kelompok ini. Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 35 ini, mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman dari sekian acara yang sudah berlangsung maupun yang didapat langsung saat kegiatan ini dilaksanakan.
PAHIT MANISNYA KULIAH KERJA NYATA

Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 35 yang ditempatkan di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun ini, diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang mulai tanggal 22 Juli 2009 sampai 18 Agustus 2009, dengan tema “Menciptakan Masyarakat yang Religius, Humanis, Berpendidikan melalui Pribadi yang Unggul dan Bertanggung Jawab”.

Masyarakat Desa Gemarang yang memiliki spesifikasi dan fenomena kehidupan masyarakat setempat, mulai dari pemikirannya, letak geografis, dan potensi alam yang dimilikinya menjadi sebuah tantangan bagi mahasiswa peserta KKN-T untuk membuat berbagai program kerja. Kegiatan ini, diikuti oleh 30 Mahasiswa UMM yang dibagi dalam 3 bidang kegiatan.

Fenomena kehidupan masyarakat setempat mampu memotivasi mahasiswa peserta kelompok 35 ini, untuk berkreasi mewujudkan beragam program meliputi; Keindahan Masjid Gemarang, Menelusuri Hutan Jati Gemarang, Outbound Bersama Anak-Anak Desa (Program Bid.Sosial Budaya); TPA-Ku Tempat Bermain dan Belajar Anak Desa, Desa Gemarang Bertabur Bintang (Program Bid. Keagamaan); Asyiknya Belajar dan Bermain Bersama Kakak KKN-T, Berlatih Pramuka dan Gerak Jalan Bersama Kakak KKN-T, Nonton Film Laskar Pelangi Bareng, dan Suara Anak Desa yang Elok Tuk Menyambut Kemerdekaan Indonesia ke-64 (Program Bid. Pendidikan). Selain itu juga, program unggulannya, berupa Usaha Pengolahan Buah Mangga untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, karena banyaknya petani mangga yang bertanam mangga. Hal ini, akan memberikan dampak positif pada pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat pada masa mendatang.

Program yang ada, diharapankan dapat memberikan pelajaran bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat bagaimana kehidupan nyata di masyarakat, bermain, belajar, dan mengajar adik-adik di Desa setempat, belajar masuk dalam masyarakat untuk dapat menggerakkan sebuah paguyuban yang ada di masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang religius, humanis, dan berpendidikan sesuai dengan tema yang diangkat.

Pembersian masjid merupakan suatu program yang dilaksanakan untuk membersihkan masjid dengan cara mengecat dinding masjid, membuat kran air wudhu’, dan plang nama masjid. Hal ini, diharapkan menjadi suatu daya tarik bagi masyarakat setempat, untuk sholat berjamaah di msajid yang ada di ujung Dusun Beran, Desa Gemarang ini, karena masyarakat yang mayoritas bergama Islam sangat minim simpati akan pentingnya memperdalam agama dan mengajarkan anak-anaknya untuk belajar di lembaga keagamaan, seperti TPA, dan sekolah MTs yang ada di Desa ini.

Program bersama yang dikemas bersama KKN-T, 36 dan 37 yang ditempatkan di Desa Winong dan Desa Tawangrejo yang masih satu Kecamatan,yaitu Cerdas Cermat Antar Desa yang akan diwakili oleh 2 regu dari masing-masing sekolah yang ada di ketiga Desa tersebut, dan program lainnya berupa Bola Volly Antar Desa, yang diwakili oleh 2 Tim dari masing-masing Dusun dari ketiga Desa.

Penulis, sebagai salah satu peserta KKN-T Kelompok 35 ini, banyak sekali mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang belum pernah ditemukan dan diberikan di bangku kuliah. Karena melalui KKN-T ini, mahasiswa khususnya dapat belajar dan mengajarkan ilmu (teori-teori) yang didapat di perkuliahan selama belajar di Kampus. Selain itu, pribadi yang berbeda antar mahasiswa peserta menjadi suatu tantangan, bagaimana individu-individu yang ada tersebut mampu saling koordinasi, komunikasi, saling menghargai pendapat, mencari solusi bersama untuk mengatasi suatu masalah saat kegiatan berlangsung atau saat ada masalah yang sifatnya intern maupun eksternal, terkait bagaimana dapat mendekati dan membina adik-adik setempat untuk belajar bersama.
BENARKAH BANGSA INI SUDAH MERDEKA 64 TAHUN

Beberapa minggu yang lalu, Indonesia telah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-64. Begitu berat perjuangan untuk meraih kemerdekaan dari tangan penjajah, namun seiring perjalanannya. Manusia Indonesia saat ini, tinggal meneruskan perjuangan itu. Sudahkah kemerdekaan ini kita syukuri dan diisi dengan praktik solidaritas dan simpati, untuk membangkitkan dan menghempas segala rintangan yang ada dalam perjalanan hidup bangsa ini?

Mempertahankan jauh lebih sulit, dibandingkan dengan merebut. Namun, itulah fenomena yang ada di Negara ini. Kemerdekaan sudah dipegang 64 tahun, sudahkan rakyat negeri ini merasakan ataupun mencicipi apa itu kemerdekaan? Merdeka tidak hanya bebas dari jajahan secara fisik, tetapi jiwa juga merasakan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman. Warga masyarakat yang sulit mendapatkan nafkah hidup, apakah layak untuk kita katakan merdeka? Sama sekali tidak seperti itu kemerdekaan yang dimaksudkan.

Di satu sisi negeri ini sudah maju, namun banyak sisi yang bolong dan bahkan sudah ambruk, karena tak pernah disentu oleh para demokrat negeri ini. Akankah ini terus berlangsung sampai HUT Kemerdekaan bangsa ini 65 tahun mendatang?. Jangan pernah, terperosok ke jurang yang sama, karena itu sangat merugikan waktu yang sudah terlewati. Namun, strategi, efesiensi, dan teknik serta planning yang diikuti dengan kompetensi diri akan mampu mendobrak kegelapan para petinggi negeri ini, untuk tak mengambil untung dengan mematikan masyarakat sendiri, dan tak hanya memikirkan perut sendiri dan kalangannya saja.

Haruskah pemerintahan yang disalahkan, dengan terjadinya sekian peristiwa mengharukan yang dialami bangsa kita? Bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan dan mencari kebenaran. Karena bangsa ini membutuhkan pahlawan yang rela berkorban dengan jiwa, hati, dan raganya. Itulah yang diharapkan penduduk di negeri tercinta ini.

Akankah di era mendatang, dengan pemimpin bangsa yang beberapa bulan lalu sudah dipilih rakyat, akan mampu merubah keadaan negeri ini untuk cerah, senyum, dan memberikan aura kasih bagi segenap penduduknya? Tunggulah kedatangan itu. Tapi semua itu mustahil, jika peradaban birokrat tetap jalan ditempat. Keberanian untuk merubah pondasi dan teras pejabat negeri ini, adalah harapan yang harus segera direkomendasikan dan diwujudkan pemimpin Bumi Indonesia tercinta ini.

Rakyat yang dikatakan sebagai pemilik, pencetus, dan pengguna demokrasi bangsa ini. Selalu dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Banyak sekali inspirasi mereka yang tak digurbis. Maka, rakyat tidak sepenuhnya salah begitu juga pemerintah kita. Namun jika keduanya terjadi kesinkronan, maka permasalahan negeri ini, lambat laun akan terminimalisir. Dan akan memberikan dampak positif bagi cita-cita bangsa, sehingga akan mudah diraih dan diwujudkan di Bumi Pertiwi ini.

Kemerdekaan yang sudah kita genggam, jangan hanya dipandang, dan dibelai saja. Tapi pernahkan kita berpikir bagaimana jika tangan ini diberi es yang sangat dingin. Karena begitulah bentuk jajahan yang dirasakan pada era sekarang ini. Banyak sekali doktrin-doktrin yang masuk dengan cara mudah ke negeri ini. Akibat yang timbul, begitu hebat bahkan tak jarang memusnahkan banyak pemuda sebagai generasi penerus.
Mengisi kemerdekaan tidak hanya dengan cara berdiri menghormat bendera selama empat puluh lima menit, mengadakan lomba di sana-sini. Namun, harus melakukan banyak hal yang jauh lebih memberikan nilai nasionalisme. Mulai saling membantu masyarakat yang kurang mampu, daripada menghabiskan uang untuk memperingati kemerdekaan dengan membeli berpuluh meter kain atau berates-ratus pohon bamboo hanya untuk mendirikan bendera. Tapi, perjalanan kehidupan, peradaban negeri ini tidak mengalami perbaikan dan inovasi. Maka, jangan heran jika suatu saat kemerdekaan itu hanya akan jadi kenangan belaka.

Selasa, 23 Juni 2009

TEMUKAN PINTU HIDUP ANDA!

Dalam hidup manusia selalu dibingungkan oleh kenyamanan dan rasa takut akan kehilangan apa yang sudah menurutnya adalah kunci dalam hidupnya. Taka jarang orang sudah merasa puas dengan apa yang sudah diperolehnya, tanpa sadar bahwa hal itu adalah pintu gerbang dari sekian pintu yang masih belum mereka buka.

Sadarkah Anda?
Manusia sering merasa dirinya sudah tak berguna lagi, sudah hancur, sudah rapu, dan mereka berpikir takkan pernah bisa bangkit dan mengapa harus melakukan hal itu, karena tidak akan pernah mampu memotivasi dirinya untuk mengembalikan apa yang sudah diyakininya, bahwa hal itu sudah hilang dan redup dari pelita hidupnya.

Harapan-harapannya, akan mereka kubur sedalam-dalamnya dan mereka akan selalu terngiang dengan kejadian-kejadian yang menghantui tidurnya, sehingga tak mampu lagi untuk menepis fatamorgana ketakutan yang menyelimuti dirinya.

Anda percaya?
Manusia dilahitkan oleh Tuhan ke bumi ini, sudah diberikan potensi diri yang sama (penglihatan, pendengaran, dan hati). Manusia berawal dari ketidaktahuan, keterbatasan, kekurangan. Maka, sadarlah akan kelebihan dan kekurangan itu, bahwa Tuhan sudah menyediakan pintu pada setiap manusia untuk mereka dapat masuk dan memanfaatkan apa yang ada di dalam tempat yang berpintu itu.

Pintu???
Banyak sekali pintu-pintu yang terkadang manusia selalu mengabaikannya, karena keserakahan, ketamakan, kekikiran,sehingga mengakibatkan dirinya lupa akan kelemahan dan kekurangan yang sudah Tuhan berikan kepada manusia sebagai alat untuk mereka dapat intropeksi diri

Dimana?
Manusia tidak pernah tahu, apa, bagaimana, dan dimana Tuhan menempatkan pintu itu. Manusia hanya dapat berusaha, berdo'a, melakukan tekat berani mencoba, jujur, menghargai orang lain, miliki keahlian, berpikir positif, dan cermat. Semua itu, akan menjadi bahan bakar bagi setiap manusia untuk dapat menemukan pintunya dan menikmati apa yang ada di dalamnya.

Senin, 11 Mei 2009

FREKUENSI CINTA

Berbicara masalah frekuensi, seolah kita sedang membicarakan tentang suatu kecepatan getaran yang terjadi pada saat kita menekan sebuah pegas. Pernahkan Anda menyadari, bahwa dalam diri terjadi frekuensi yang menimbulkan terjadinya energi kinetik yang mampu menstimulus otak untuk merespon rangsang yang diterima dengan baik.

Saudar-Ku, cinta ternyata merasuk dalam jiwa dan qalbu dengan menyelinap dalam aliran darah yang terpancar dan mengalir dalam tubuh, yang memberikan nutrisi makanan yang diabsorbsi dari hasil pencernaan yang terjadi dan di alami oleh sistem pencernaan manusia.

Cinta....
orang selalu bertanya, apa sebenarnya iutu Cinta dan bagaimana kita dapat mengendalikan perasaan, ketika degup jantung tak tentu lagi saat melihat bayangan atau aura Sang Pujangga hati.

Rasa....
Apakah memang berbeda atau mana lebih dulu rasa dengan cinta?????

Sudah tak lagi penting, jika Sang Pujangga tertambat berhasil dipatahkan dengan lantunan kata-kata yang mampu mengantarkan frekuensi dalam sanubari, tak lagi terjadi rasa takut dan tidak PD pada diri, karena merasa sudah mendapatkan sesuai dengan harapan dan keinginannya.

Sudah cukup Saudara?????

Ternyata belum, mengapa?????

Dalam hidup akan selalu terjadi kontroversial antara batin dengan sikap yang harus kita lakukan, untuk menjalani rel kehidupan sehingga berlalu dan sampai di tujuan dan mengharapkan dan mampu mengalahkan terik mentari yang menjadikan tenggorokan kering dan cucuran keringan membasahi kulit.

Jangan pernah mencari kepuasan dan kenikmatan dalam hidup, karena Anda akan selalu merasa kurang dan tak lagi mensyukuri nikmat-Nya.

Ridho dan pahala Allah bersifat abstrak, namun akan membawa kita pada kehidupan yang Hakiki.

Sadarkan diri Anda, dan segera bangunkan diri Anda...mentari sudah kembali senyum dan kehidupan sudah berlangsung sesuai dengan kehendak-Nya dan Dialah Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Minggu, 10 Mei 2009

ASMARA MEMBURU DAN MENIMBULKAN KALUT DALAM QALBU

Cinta....
setiap insan pasti memiliki cinta dan rasa yang tertanam dalam naluri dan qalbunya

Cinta...
begitu dalam dan sering menyisakan kepedihan yang mematikan sang pemburu cinta..

Cinta...
sering membutakan mata hati dan menghapuskan insan yang peduli sama kita

Cinta....
Entah kemana harus bercurah, jika sudah berubah menjadi awan gelan yang menutup dinding2 qalbu