Berbicara masalah frekuensi, seolah kita sedang membicarakan tentang suatu kecepatan getaran yang terjadi pada saat kita menekan sebuah pegas. Pernahkan Anda menyadari, bahwa dalam diri terjadi frekuensi yang menimbulkan terjadinya energi kinetik yang mampu menstimulus otak untuk merespon rangsang yang diterima dengan baik.
Saudar-Ku, cinta ternyata merasuk dalam jiwa dan qalbu dengan menyelinap dalam aliran darah yang terpancar dan mengalir dalam tubuh, yang memberikan nutrisi makanan yang diabsorbsi dari hasil pencernaan yang terjadi dan di alami oleh sistem pencernaan manusia.
Cinta....
orang selalu bertanya, apa sebenarnya iutu Cinta dan bagaimana kita dapat mengendalikan perasaan, ketika degup jantung tak tentu lagi saat melihat bayangan atau aura Sang Pujangga hati.
Rasa....
Apakah memang berbeda atau mana lebih dulu rasa dengan cinta?????
Sudah tak lagi penting, jika Sang Pujangga tertambat berhasil dipatahkan dengan lantunan kata-kata yang mampu mengantarkan frekuensi dalam sanubari, tak lagi terjadi rasa takut dan tidak PD pada diri, karena merasa sudah mendapatkan sesuai dengan harapan dan keinginannya.
Sudah cukup Saudara?????
Ternyata belum, mengapa?????
Dalam hidup akan selalu terjadi kontroversial antara batin dengan sikap yang harus kita lakukan, untuk menjalani rel kehidupan sehingga berlalu dan sampai di tujuan dan mengharapkan dan mampu mengalahkan terik mentari yang menjadikan tenggorokan kering dan cucuran keringan membasahi kulit.
Jangan pernah mencari kepuasan dan kenikmatan dalam hidup, karena Anda akan selalu merasa kurang dan tak lagi mensyukuri nikmat-Nya.
Ridho dan pahala Allah bersifat abstrak, namun akan membawa kita pada kehidupan yang Hakiki.
Sadarkan diri Anda, dan segera bangunkan diri Anda...mentari sudah kembali senyum dan kehidupan sudah berlangsung sesuai dengan kehendak-Nya dan Dialah Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.
Senin, 11 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar