Masa kecil adalah masa dimana seorang anak bermain dengan penuh ceria dan kepercayaan tanpa mengenal rasa takut akan setiap permainan yang dimainkannya,karena kuatnya rasa ingin tahu yang merupakan fitrah bagi si kecil.
Orang tua sering khawatir ketika melihat tingkahnya yang lucu, senyumnya yang imut dan tangisannya bila terjatuh atau permainannya diganggu. Itulah hal-hal menyenangkan di mana kecil. Orang tua sering memarahi anaknya dan tak jarang yang mengoloknya dengan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas untuk terucap baginya, seperti goblok, bodoh, punyak mata dipakek ya...atau menyalahkan benda yang menyebabkan si anak jatuh atau lantai yang terlalu licin, sehingga si kecil terpleset.
Pengalaman itu, masih teingat betul di benak pembaca saat ini. Jangankan masa kecil kita, sekarang bagi yang sudah menginjak dewasa atau yang sudah kuliah dan bekerja, mungkin masih sering dimarah sama orang tuanya. Jangan pernah kemarahan itu menimbulkan dendam, sehingga ada perasaan tak bisa menerima atau ingin membalasnya di kemudian hari.
Marah bukan berari benci. Bagi yang sudah punyak pasangan, mungkin kita sering dimarah sama pasangan kita gara-gara kita dibonceng sama cowok lain atau mungkin karena kita salah ngomongin cewek atau cowok lain yang tak sengaja berpapasan saat berjalan-jalan santai bersama pasangan kita.
Tak ada angin, tak ada hujan tiba-tiba pasangan kita marah-marahin kita hanya karena kita melirik cewek atau cowok lain. Itu artinya dia marah sahabat, makanya marah itu bukan berarti benci tapi pasangan atau orang-orang yang dekat dan mencintai kita marah sama kita bukan hanya karena dia benci, tapi karena mereka takut akan kehilangan kita. Menskipun sebenarnya bila waktu itu datang, maka kita pun akan pasti berpisah dengan semua yang ada di bumi tercinta ini.
Kita dicintai, mencintai itu sudah takdir yang dituliskan dan ada sebelum kita terlahir ke dunia. Jangan jadikan itu sebagai batu sandungan untuk kita menjadi lumpuh saat orang-orang tercinta itu pergi meninggalkan kita, dan dunia ini tak boleh menaklukkan kita. Pikiran tercipta untuk menaklukkan dunia yang kejam ini, namun untuk dapat menaklukkannya diperlukan kekuatan dan untuk menghimpun kekuatan itu kita butuh teman. Taklukkan dunia dengan kekuatan, tapi tetap bergandeng tangan untuk tetap kuat OK.
Rabu, 02 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar