Rabu, 09 Desember 2009

Maafkan Empang

Seiring perjalanan hidup manusia, mulai saat tumbuh dan berkembang di dalam perut hingga menginjakka kaki di bumi ini, selama itu juga terjadi banyak perubahan yang begitu pesat pada diri kita sebagai manusia yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus bumi dengan bijak.

Gelora asmara, mulai tumbuh dan menyelimuti dinding kalbu insan manusia sejak masa puber mulai datang. Dimana, saat itu semua aktivitas terpusat tuk meraih perhatian lawan jenis, mulai dari penampilan fisik, psikis, dan sosial-ekonomi manusia mulai terasa disorot massa, lanyaknya selebritis yang lagi banyak antri buat ngontrak periklanan.

Perubahan itu terjadi, kadang tidak kita sadari. Namun, apapun itu yang jelas evolusi hidup pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Pertumbuhan, nalar berpikir, kecerdasan, emosi, sosial, ekonomi, dan kemandirian.

Berbicara masalah kemandirian. Kadang kala, tak jarang sebagian dari kita sampai saat ini, ada yang masih takut tuk bepergian jauh, hingga harus menginap 2-3 hari di sebuah daerah yang asing atau menuntut ilmu ke negeri sebrang, hingga harus berpisah dengan Ibu-Bapak tercinta. Bagi yang masih lengkap kedua ortunya,bersyukurlah dengan benar-benar bersyukur. Karena keberadaan mereka begitu besar pengaruhnya bagi hidup kita.

Ibu mengandung, melahirkan, mendidik, sampai membiayai hidup kita. Namun, kita kadang kala tak menerima keberadaan keluarga kita,sehingga lebih memilih mencaci-maki mereka daripada menghormati, menghargai, merawat, dan tetap berada disisi mereka sampai kembali kepada-Nya.

Apakah mereka harus diambil dulu, baru kita akan sadar? Jangan sampai pikiran ini merasuk dalam benak kita, karena hanya akan ada penyesalan besar yang tak lagi berarti, karena bila itu terjadi maka kesempatan, mencintai bertutur mesra, merawat dan melihat wajah mereka sudah rapuh tak lagi bisa dilaksanakan, hanya do'a yang bisa menyambungkan dan tersampaikan kepada mereka.

Kita segera kembali, peluk mereka, cium mereka, dan bilang pada keduanya, kalau kalian sangat mencintai mereka, menyanyi mereka, dan minta maaflah kepada mereka sebelum tak lagi kau bisa mengatakan ucapan maaf itu, karena sudah lebih dulu mata keduanya tertutup dan fisiknya terkujur kaku berbungsung kain kafan yang akan menjadi temannya di alam kubur.

Sudahkah kita membahagiakan mereka?? dengan berkata jujur, dengan curhatan dari segala hal yang kita rasakan, canda-tawa bersama mereka? Jika belum, jangan pernah Anda merasa, Anda lebih nyaman curhat dan cerita sama sahabat dan teman dekat ataupun pacar Anda, karena sebenarnya teman, dan sahabat sejati itu adalah ortu kita sendiri, bukan teman, bukan pula sahabat, dan juga cowok/cewek kita, yang sering kita bangga-banggain.

Kita tidak pernah merasa puas dengan sekian banyak pengorbanan yang telah ortu berikan kepada kita. Pernahkah kita berpikir, bagaimana ibu menahan kantuk saat harus bangun tengah malam demi menyuguhi putra-putri tercintanya susu segar (ASI), bagaimana ibu harus menjaga dan mengopres kita, saat kecil kita lagi demam, bagaimana mereka membalut luka di lutut, saat kita jatuh karena bermain kita yang sembarangan?

Adakah diantara kalian yang dendam dan bahkan mengusir ortu kalian dari rumah? Jangan sampai hal ini yang terjadi di kehidupan Anda! Kita anak manusia, baru akan bisa membalas semua yang telah ortu berikan kepada kita, jika kita mampu menahan air yang berisikan air untuk tetap tidak tumpah saat kita memengang air itu dikala kita tidur (Rasullah menyampaikannya). Pikirkan saja, jangankan gelas berisi air bantal saja terkadang jatuh berada di bawah kasur/tempat tidur kita. Begitulah kebesaran pengorbanan seorang ibu-Bapak yang sudah membesarkan kita sampai kita sekarang tumbuh dewasa mengenal perkembangan sains dan teknologi, semua itu karena permohonan ortu kepada-Nya.

Berapa kali dalam sehari, kalian bertanya/berkomunikasi dengan ortu Anda? Jangan pernah katakan, satu kalipun tidak pernah! Karena kalian sungguh adalah orang yang tak mensyukuri orang tua Anda masi ada. Kalian pernah tahu, bagaimana mereka merindukan kita, menangis karena kita, memikirkan kita, dan senantiasa mengirimkan do'a demi keselamatan kita sampai lupa dengan keselamatan dan kebahagiaan dirinya?

Kita ingat bersama bagaimana mereka sudah mengorbankan jiwa raganya untuk kita semua. Jadi kalau kalian ditanya tentang seorang pahlawan, maka ibu-bapak kita adalah pahlawan sejati kita, bukan mereka yang gugur di medan perang. Karena saat ibu melahirkan kita, perjuangan itu begitu besar hingga kita terlahir ke dunia.

Ketika kita duduk di TK, ortu memberikan kita uang saku 1000 rupiah, kita selalu mengeluh ya...ibu, kok cuman 1000 rupiah?!

Ketika kita sudah masuk SD, dan saat itu Anda pulang dengan baju Anda yang kotor, dan ibu Anda bila "besok-besok jangan main kotor-kotor lagi ya....." Anda jawab "ibu-ibu gitu aja diomelin, Aku kan seneng Bu main sama teman-teman....."!

Ketika kalian sudah masuk di SMP/SLTP, kalian minta sama ortu dibelikan sepatu yang kren, biar gaul kanyak teman-temannya yang lain, ibu bilang "Nak, sing sabar yo....ibu belum ada uang, sabar ya....." Anda mengancam untuk tidak sekolah!

Ketika Anda mulai menempuh pendidikan di SMA/SLTA, kalian mulai minta HP-Lah atau hal lain yang mungkin tak dapat dipenuhi orang tua kita. Anda bilang "Bu...Bu, makanya jangan jadi orang miskin"!

Ketika saat ini kalian sudah kuliah, kalian menghambur-hamburkan uang untuk beli rokok, mabuk-mabukan, seks bebas, narkoba, dan hal lainnya yang semuanya menghancurkan batin orang tua kita!

Ketika Anda sudah berkeluarga. Anda masih merepotkan mereka dengan meminta diadakan resepsi yang megah, tapi ortu tidak dapat mengabulkannya. Anda membalas dengan tidak pernah berkunjung dan merawatnya!

Sungguh, jika semua ini terjadi pada diri kita, dan tak bersegar meminta maaf kepada mereka. Maka, tak tahu bagaimana kehidupan Anda nantinya. Jika Anda sekarang lagi megang HP, segera telpon Ibu-Bapak Anda dan tanyakan kabarnya serta ibu mau saya gimana?

Semoga tulisan ini, mampu menginspirasi dan menjadi pegangan buat kita, untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk dapat berbakti dan menyenang ortu kita.

Mak, Bapak Empang minta do'anya ya...semoga diberikan kemudahan dalam menjalani proses SKRIPSI ini, biar bisa cepat LULUS & WISUDA. Mak, Bapak maafkan Empang bila selama ini, mulai SD sampai sekarang kuliah, Empang jarang bertemu dan kita jarang bareng-bareng, Emak-Bapak pasti kangean banget sama Empang, karena kita dulu pisah tempat dan sekarang Empang juga masih diminta sama Emak-Bapak untuk melanjutkan kuliah, biar dapat ilmu pengetahuan yang banyak.

Mak-Bapak, semoga harapan Emak-Bapak dikabulkan oleh-Nya,Amien.....maafkan segala kesalahan yang pernah Empang perbuat, baik yang disengaja maupun yang tidak. Mak-Bapak terima kasih banyak, do'a Emak-Bapaklah! Empang bisa jadi seperti sekarang, kalaupun dari kecil kita lebih banyak tidak tinggal bersama, tapi Alhamdulillah do'a Emak-Bapak yang selalu mengiringi dan menginspirasi hidup Empang Mak. Amien...semoga kita sama-sama mendapatkan surga Allah nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar